STRATEGI PEMASARAN TABUNGAN BANK BTN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Persaingan perbankan dan situasi bisnis di pasar saat ini berubah dengan sangat cepat. Kondisi tersebut berhadapan pula dengan sistem pasar global dengan tingkat persaingan yang semakin tajam di pasar domestik maupun pasar Internasional. Masing-masing b ank berlomba untuk menarik nasabah yang pada akhirnya nasabah mendapatkan keuntungan dari keadaan tersebut, karena itu dunia perbankan tidak mempunyai banyak pilihan kecuali meningkatkan profesionalisme, kompetensi dan daya saing.

Peranan perbankan dalam era pembagunan yang terus menerus berlangsung ternyata amatlah penting untuk terus ditingkatkan, apalagi dalam era globalisasi sekarang ini. Kita melihat bahwa semua pembagunan yang dijalankan tiada maksud lain selain untuk membawa perubahan dan pertumbuhan yang fundamental dimana sektor perbankan akan menjadi dominan yang ditunjang oleh sektor dana pihak ketiga.

Dimana Bank telah dikenal sejak tahun 2000 SM, asalnya berdiri bank di Babilonia dimana kegiatan pada saat itu dengan meminjamkan emas & perak yang dinamakan Temple of Babyl on pada tahun 500 SM di Yunani disebut Steer. Bank berasal dari kata Banco bahasa Italia perbankan atau segala sesuatu yang menyangkut dengan bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatannya.

Sejarah telah mencatat bahwa tumbuhnya bank-bank pemerintah Indonesia ini tidak terlepas dari masa perjuangan negara Indonesia dalam melepaskan diri dari penjajahan. Dua masa penjajahan yang masih sangat jelas kita ingat adalah masa penjajahan belanda dan jepang. BTN sebagai salah satu bagian yang tak terpisah dari bank milik pemerintah, tidak lepas dari masa perjuangan itu.

Bank Tabungan Negara (BTN) sepanjang perjalananya dalam mengukir sejarah dengan segala prestasi yang dimilikinya telah membuktikan peranya dalam menghubungkan kegemaran masyarakat Indonesia untuk menabung. Dengan semua usahanya maka BTN telah mengambil peran dalam usaha pembagunan disegala bidang diseluruh tanah air tercinta, Indonesia.

Langkah-langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan pengerahan dana adalah perluasan jaringan keuangan dan perbankan keseluruh wilayah Indonesia dan diversifikasi sarana pengerahan dana. Upaya tersebut antara lain meliputi kemudahan pembukaan kantor bank, pemberian izin pembukaan kantor cabang, lembaga keuangan, dan perluasan penyelengaraan tabungan bagi semua bank melalui diversifikasi sarana pengerahan dana. Salah satunya pembukaan kantor Cabang BTN di Padang.

Menurut Undang-undang Perbankan No.10 tahun 1998 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dalam rangka intensifikasi penghimpun dana masyarakat, perlunya pemanfaatan sarana-sarana penghimpun dana yang telah ada, seperti, Tabungan Batara, Tabungan e’BataraPos, Tabungan Batara prima, T abungan Haji Nawaitu , dan tabungan-tabungan lainya.

Dalam membudayakan kebiasaan menabung, khususnya untuk meningkatkan jumlah penabung, tetap akan ditingkatkan upaya intensifikasi penggalian dana melaui tabungan di sekolah-sekolah, dikalangan pramuka dan dikalangan pegawai. Berbagai usaha promosi melaui media penerangan, seperi radio, televisi, dan berbagai pameran, akan ditingkatkan pemberian insentif kepada penabung misalnya dalam bentuk perolehan hadiah yang menarik juga akan ditingkatkan. Usaha pengerahan dana melalui tabungan tersebut akan didukung dengan memperbanyak jumlah bank penyelengara maupun dengan pengembangan sarana.

Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya diatas, Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Padang menggunakan strategi pemasaran yang dilakukan dengan beberapa Elemen Marketing Mix yaitu: product, price, place, promotion, people, process, customer service.

Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukanlah penelitian dengan judul : “STRATEGI PEMASARAN TABUNGAN ( STUDI KASUS PADA BANK TABUNGAN NEGARA ) CABANG PADANG”.









BAB II

GAMBARAN UMUM PT. BTN (PERSERO) CABANG PADANG


2.1 Sejarah Singkat Perkembangan BTN

Dengan maksud mendidik masyarakat agar gemar menabung, Pemerintah Hindia Belanda melalui Koninklijk Besluit No. 27 Tanggal 16 Oktober 1897 mendirikan POSTPAARBANK. Yang kemudian terus hidup dan berkembang serta tercatat hingga tahun 1939 telah memiliki 4 (empat) cabang yaitu Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar. Pada tahun 1940 kegiatanya terganggu, sebagai akibat penyerbuan Jerman atas Netherland yang mengakibatkan penarikan tabungan besar–besaran dalam waktu yang relatif singkat (rush). Namun demikian keadaan keuangan POSTPAARBANK pulih kembali pada tahun 1941.

Tahun 1942 Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Pemerintah Jepang. Jepang membekukan kegiatan POSTPAARBANK dan mendirikan TYOKIN KYOKU sebuah bank yang bertujuan untuk menarik dana masyarakat melalui tabungan. Usaha pemerintah Jepang ini tidak sukses karena dilakukan dengan paksaan TYOKIN KYOKU hanya mendirikan satu cabang yaitu cabang Yogyakarta.

Proklamasi kemerdekaan R.I. 17-08-1945 telah memberikan inspirasi kepada Bapak Darmosoetanto untuk memprakarsai pengambilalihan TYOKIN KYOKU dari Pemerintah Jepang ke Pemerintah R.I. dan terjadilah penggantian nama menjadi KANTOR TABUNGAN POS. Bapak Darmosoetanto ditetapkan oleh Pemerintah R.I. menjadi Direktur yang pertama. Tugas pertama KANTOR TABUNGAN POS adalah melakukan penukaran uang Jepang dengan Oeang Republik Indonesia (ORI) tetapi kegiatan KANTOR TABUNGAN POS tidak berumur panjang. Karena agresi Belanda (Desember 1946) mengakibatkan didudukinya semua kantor, termasuk kantor cabang dari KANTOR TABUNGAN POS hingga tahun 1949. Saat KANTOR TABUNGAN POS dibuka kembali (1949). Nama KANTOR TABUNGAN POS diganti menjadi BANK TABUNGAN R.I. Sejak kelahiranya dan sampai berubah nama BANK TABUNGAN POS R.I. lembaga ini bernaung di bawah Kementrian Perhubungan.

Banyak kejadiaan bernilai sejarah sejak tahun 1950 tetapi yang substantif bagi sejarah BTN adalah dikeluarkanya Undang–Undang Darurat No.9 th. 1950 tanggal 9 Febuari 1950 yang mengubah nama “POSTPAARBANKIN INDONESIA” berdasarkan staatsblat No. 295 tahun 1941 menjadi BANK TABUNGAN POS dan memindahkan induk kementrian dari Kementrian Perhubungan ke Kementrian Keuangan di bawah Menteri Urusan Bank Sentral. Walaupun dengan Undang–Undang Darurat tersebut dikukuhkan dengan UU No.36 tahun 1953 tanggal 18 Desember 1953. Perubahan nama dari BANK TABUNGAN POS menjadi BANK TABUNGAN NEGARA didasarkan pada PERPU No.4 tahun 1963 tanggal 22 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan dengan Undang – Undang No. 2 tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964.

Penegasan status BANK TABUNGAN NEGARA sebagai bank milik negara ditetapkan dengan Undang – Undang No.20 tahun 1968 tanggal 19-12-1968 yang sebelumnya (Sejak Tahun 1964) BANK TABUNGAN NEGARA menjadi BNI unit V. Jika tugas utama saat pendiriaan POSTSPAARBANK (1897) sampai dengan BANK TABUNGAN NEGARA (1968) adalah bergerak dalam lingkup penghimpunan dana masyarakat melalui tabungan, maka sejak tahun 1974 BANK TABUNGAN NEGARA ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR dan untuk pertama kalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember 1976. Karena itulah tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari KPR bagi BTN.

Bentuk hukum BTN mengalami perubahan lagi pada tahun 1992, yaitu dengan dikeluarkanya PP No. 24 tahun 1992 tanggal 29 April 1992 yang merupakan pelaksanaan dan UU No.7 tahun 1992 bentuk hukum BTN, berubah menjadi Perusahaan Perseroan. Sejak itu nama BTN menjadi PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) dengan call name Bank BTN. Berdasarkan kajian konsultan independent, Price Waterhouse Coopers. Pemerintah melalui Mentri BUMN dalam surat Nomor S-544/M-MBU/2002 tanggal 21 Agustus 2002 memutuskan Bank BTN sebagai Bank Umum dengan fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.

2.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam sebuah organisasi, karena berperan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Di dalam struktur organisasi terlihat jelas pembagiaan wewenang, tugas dan tanggung jawab personil dalam perusahaan. Adapun pengertian organisasi menurut Siagian (2000 : hal 20) ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai suatu ikatan hirarki dimana selalu terdapat hubungan antara seseorang atau kelompok orang yang disebut pimpinan dan seseorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.

Dalam suatu organisasi yang sehat, tiap bagian haruslah menjalani fungsinya dengan disiplin dan teratur. Efisiensi yang tercipta karena hubungan yang timbal balik ini akan memberikan perbandingan yang baik antara kerja yang dilakukan dengan hasil yang dicapai. Pengertian struktur organisasi menurut Handoko (2001 : hal 54) adalah organisasi dengan segala aktifitasnya, terdapat hubungan di antara orang-orang yang menjalankan aktivitas tersebut. Makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi, makin komplek pula hubungan-hubungan yang ada. Untuk itu perlulah dibuat suatu bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi. Bagan yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi.

Jadi struktur organisasi pada suatu perusahaan merupakan faktor yang menentukan kegiatan perusahaan terutama dalam melaksanakan tugas yang dibebankan, pendelegasiaan kekuasaan di dalam perusahaan dan pengaturan-pengaturan hubungan antara anggota yang terlibat dalam organisasi atau perusahaan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Besar kecilnya struktur organisasi perusahaan ditentukan perusahaan dengan kata lain semakin besar perusahaan maka akan semakin komplek, begitu pula sebaliknya.

Untuk mengetahui batas dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh masing-masing anggota organisasi tersebut, menurut Flippo (2001 : hal 107) dapat dilihat dari tipe-tipe organisasi yang dianut oleh perusahaan tersebut :

2.2.1. Organisasi Garis

Disini setiap bawahan hanya mendapat perintah atau pengawasan dari seorang atasan, sehingga yang dikerjakan oleh bawahan menjadi jelas. Dalam hal ini masing-masing orang mempertanggungjawabkan pekerjaannya hanya pada satu orang atasan.

Kebaikan dari organisasi garis adalah :

a. Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah.

b. Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan sebab tidak perlu membicarakan dengan orang lain.

c. Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah, sebab perintah tersebut dapat diberikan langsung pada bawahan.

d. Menghemat biaya, sebab pengawasan dari berbagai kegiatan hanya dilakukan oleh seorang saja.

Keburukan dari organisasi garis adalah :

a. Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan.

b. Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi petugas sehingga kurang efisien.

c. Kurangnya kerjasama di antara masing-masing bagian .

2.2.2. Organisasi Fungsional

Dalam sistem organisasi fungsional ini, masalah pembagiaan pekerjaan sangat diperhatikan dan bawahan menjadi pedoman yang dipertahankan dengan segala tanggung jawab, sebab itu atasan dispesialisasikan untuk melakukan suatu tugas tertentu dari sekian banyak tugas dalam kegiatan perusahaan. Dalam hal ini atasan hanya dapat memberikan perintah pada bawahannya sesuai dengan, namun setiap atasan dapat memerintahkan setiap pegawai yang berkedudukan lebih rendah darinya.

Kebaikan dari organisasi fungsional adalah :

a. Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasiaan antara tugas dan keahliannya.

b. Tugas dari para manager menjadi lebih ringan dengan adanya pembagiaan tugas.

Keburukan dari organisasi fungsional adalah

a. Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah

b. Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.

c. Kesulitan-kesulitan tidak dapat secara cepat diatasi.

d. Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan di antara para manager.

2.2.3. Organisasi Garis dan Staf

Dalam sistem organisasi garis dan staf, yang memberikan perintah hanyalah pimpinan saja sedangkan staf hanya sebagai pembantu pimpinan dalam hal tugas perencanaan. Tipe organisasi ini umumnya terdapat pada perusahaan besar dan punya karyawan banyak serta adanya spesialisasi yang beraneka ragam. Pada tipe ini, pimpinan mengadakan pendelegasiaan wewenang kepada staf menurut bidangnya masing-masing. Para staf tidak diharuskan menyampaikan usul perintah kepada bawahan, sehingga terjaminlah suatu disiplin kerja karena terhindarnya kesimpangsiuran perintah yang diterima bawahan.

Kebaikan dari organisasi garis dan staf adalah :

a. Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagiannya.

b. Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi kerja.

c. Staf dapat mendidik para petugas.

d. Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas.

Keburukan dari organisasi garis dan staf :

a. Kadang-kadang staf tidak lagi memberi saran tapi perintah, sehingga dapat menimbulkan pertentangan dengan meneger pada bagian yang bersangkutan .

b. Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf daripada atasannya.

c. Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.

Dengan memperhatikan struktur organisasi diatas maka dapat dikatakan bahwa bentuk yang dipakai Bank Tabungan Negara Cabang Padang adalah struktur organisasi garis karena tugas dan perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan berada pada satu tangan dan garis berwenang langsung dari pimpinan kepada bawahan. Untuk lebih jelasnya bentuk daripada struktur organisasi Bank Tabungan Negara Cabang Padang dapat dilihat pada gambar 2. 1

Dari Gambar Struktur organisasi Bank BTN Cabang Padang tersebut dapat dilihat tugas dan wewenang masing-masing antara lain :



Dewan komisaris
Komisaris Utama : Dono Iskandar Djojosubroto
Komisaris Anggota : Daryono Rahardjo
Mas’ud Machfoedz
Direksi
Direktur Utama : Kodradi

Direktur : Soeryanto

Fatchudin
Iqbal Latanro
M. Badruszaman
Siswanto

Branch Manager BTN Padang : Mangku M. Mazani

Jumlah Pegawai Tetap :
Pria : 36 Orang
Wanita : 29 Orang
Jumlah Tenaga Ousourching :
Pria : 29 Orang
Wanita : 1 Orang

Jumlah Kantor Kas : 2 (dua) buah

1. Direktur Utama

Direktur Utama mempunyai tugas sebagai berikut :

a. Membuat rencana kerja PT. BTN ( Persero )

b. Membuat dan menyampaikan laporan neraca bulanan dan daftar laba/rugi kepada Dewan Pengawas.

c. Menyetujui atau menolak permohonan kredit yang telah diproses bagian pemberian kredit.

d. Melakukan pendekatan dengan instansi pemerintah, tokoh masyarakat, para perantau, dan lain-lain.

e. Mengikuti rapat-rapat yang diadakan di kecamatan maupun kabupaten.

f. Mengadakan rapat dengan dewan pengawas dua bulan sekali.

2. Direktur

Direktur mempunyai tugas sebagai berikut :

a. Memeriksa transaksi pada unit kerja.

b. Mengatasi dan mengontrol kegiatan operasional setiap kali kegiatan.

c. Mengatur pengeluaran kas untuk keperluaan kantor.

d. Memeriksa laporan kerja, seperti : neraca laporan laba/rugi, dan transaksi-transaksi setiap hari.

e. Dua kali seminggu mengadakan pemeriksaan tentang keadaan kas yang di lakukan bersama-sama dengan teller.

f. Mencek tunggakan kredit di bagian administrasi.

3. Satuan Pengawas Intern

Tugas Satuan Pengawas Intern :

a. Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan tata kerja anggran belanja dan angg a ran pendapatan bank.

b. Memeriksa serta mencocokan kebenaran transaksi yang terjadi pada setiap unit kerja.

c. Memberikan laporan hasil pemeriksaan yang diperoleh kepada direktur.

4. Bagian Operasional

Bagian Operasional bertugas menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito serta melakukan kegiatan administrasinya. Didalam melaksanakan tugasnya, Bagian Operasional dibantu dan membawahi Bagian Umum, Customer Sevice, Kasir, Pembukuan, Bagian Umum.

5. Bagian Kredit ( Loan Service )

Bagian Kredit bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat mengenai kredit serta melakukan penagihan dan pengawasan kredit yang telah disalurkan. Didalam tugasnya, Bagian Kredit dibantu dan membawahi Administrasi Kredit, Account Officer, dan Collector (penagihan).

6. Bagian Dana

a. Melakukan pendekatan dan pembinaan hubungan dengan masyarakat luas, lembaga/instansi, pemerintah/swasta dan sekolah-sekolah dalam rangka promosi, pemasaran produk-produk bank.

b. Melakukan penarikan dan kegiatan antar jemput dari bank ke deposan/penabung serta memotivasi calon dan atau deposan/penabung untuk menempatkan, mempertahankan dan meningkatkan nominal dananya di bank.

c. Membuat dan memberikan laporan secara periodik menyangkut mutasi tabungan dan deposito hasil penarikan dilapangan.

7. Customer Service

a. Memberikan pelayanan informasi kepada nasabah, berkaitan dengan permohonan pembukaan rekening tabungan, deposito dan kredit serta memberi pelayanan kepada relasi bank lainnya.

b. Membuat daftar mutasi harian tabungan, deposito, dan cicilan pinjaman yang diberikan dan pendapatan bunga.

c. Memberikan pelayanan untuk pembukaan rekening tabungan, deposito dan registrasinya dalam buku tabungan serta memberikan pelayan untuk penukaran /penggantian buku tabungan yang telah penuh, hilang/rusak dan penutupan rekening sesuai ketentuan yang berlaku.

d. Melakukan pendebetan atas rekening tabungan deposito untuk keperluan angsuran/pelunasan kewajiban debitur dan hal lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

e. Menerima dan atau meneruskan surat/dokumen masuk dan atau keluar dari bank ke alamat yang dituju, termasuk surat-surat/dokumen intern perusahaan.

f. Membuat laporan secara berkala :

1) Deposito yang akan jatuh tempo

2) Laporan penerimaan tabungan, deposito, realisasi penerimaan angsuran kredit berikut penerimaan bunganya.

g. Menata berkas-berkas/ dokumen yang berkaitan dengan bidang jasa nasabah.

8. Teller

a. Membuka / menutup Vault (Khasanah) dan brankas

b. Melayani, mencatat/membukukan setiap transaksi kas dan meneruskan bukti transaksi tersebut kepada bidang accounting secara bertahap untuk setiap hari kerja bersangkutan.

c. Mengajukan permohonan penambahan /pengurangan kas kepada Direktur Utama bila terjadi kekurangan/kelebihan kas sesuai dengan batas wewenang yang diberikan.

d. Memberikan informasi kas menjelang jam tutup kas kepada Direktur Utama serta membuat mutasi kas pada hari bersangkutan.

e. Mensortir dan mengklasifikasikan pecahan mata uang tersebut dan mencocokannya dengan daftar posisi kas yang dibuat pada hari yang bersangkutan.

f. Membuat berita acara apabila terjadi terjadi selisih kas sesuai dengan batas yang ditentukan dan melaporkannya kepada Direktur Utama.

g. Mengembalikan sisa kas ke dalam brankas setelah jam tutup kas pada hari bersangkutan

9. Pembukuan

a. Memberikan informasi kep a da pimpinan atau transaksi yang termuat yang dibukukan dalam neraca.

b. Memeriksa, menyusun dan membukukan kedalam buku jurnal, buku besar, daftar laba / rugi, berita acara harian atas semua transaksi yang terjadi.



10. Bagian Umum

a. Membuat, mengagendakan, mengarsip surat-surat atau dokumen perusahaan lainnya, kecuali yang berkaitan dengan kredit.

b. Membuat daftar/melakukan penyusutan atas harta tetap dan inventaris kantor.

c. Melayani kebutuhan karyawan menyangkut barang-barang cetakan maupun alat-alat tulis dan kebutuhan kerja lainnya, serta memonitor dan mengadministrasikan setiap penambahan dan pengurangan serta peminjaman inventaris kantor.

d. Membuat warkat/slip biaya yang berkaitan dengan operasional perusahaan dan nota pemindahbukuan tabungan, deposito dan kredit.

e. Mengatur lay out kantor, mutasi atau rotasi jabatan untuk kelancaran mekanisme kerja serta untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktifitas kerja karyawan.

f. Membuat dan memonitor daftar hadir karyawan serta melakukan pengamatan pencatatan dan evaluasi terhadap produktifitas, kreatifitas dan disiplin kerja karyawan untuk menetapkan berbagai kebijaksanaan dibidang personalia.

g. Membuat daftar gaji, tunjangan-tunjangan dan pemotongan gaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mendistribusikan gaji kepada masing-masing karyawan.

h. Membuat dan menyampaikan laporan-laporan secara berkala

1) Laporan mutasi office implies

2) Laporan penyusutan investasi dan harta tetap

3) Laporan absensi karyawan

1 1 . Account Officer

a. Membina hubungan baik dengan masyarakat luas, lembaga/instansi pemerintah dan swasta serta sekolah-sekolah dalam rangka mempromosikan dan memasarkan produk bank.

b. Melakukan kunjungan terhadap calon dan atau debitur serta pihak lainnya, dalam rangka :

1) Observasi usaha masyarakat yang produktif/potensial untuk dikembangkan dan atau dalam rangka menghimpun dana.

2) Observasi / survey atas kondisi usaha, jaminan kredit dan pengumpulan informasi/data-data sehubungan dengan calon debitur.

3) Melakukan monitor dan pembinaan terhadap usaha debitur, penagihan atas tunggakan kredit serta mempelajari kendala-kendala yang dihadapi debitur dan mengupayakan jalan keluarnya.

c. Melakukan kegiatan wawancara dalam rangka pengumpulan data/informasi langsung dari calon debitur serta mempelajari, meneliti dan menganalisa permohonan kredit, kondisi keuangan usaha dan keabsahan surat-surat yang dilampirkan.

d. Membuat memorandum/proposal kredit yang disidangkan serta membacakan keputusan kredit berikut penjelasan pasal-pasal yang dimuat dalam perjanjian hutang dan lampiran-lampirannya terhadap calon debitur.

e. Membuat dan menyampaikan laporan secara periodik kepada direktur atas permohonan dan realisasi kredit, hasil penagihan tunggakan kredit, penyelesaian kredit-kredit bermasalah dan hasil penghimpunan tabungan/ deposito berjangka.

1 2 . Administrasi Umum

a. Memeriksa kelengkapan permohonan kedit yang akan disidangkan dan mempersiapkan media-media sesuai dengan persetujuan atau putusan kredit oleh pihak yang berwenang serta melakukan registrasi dan pengarsipan berkas/dokumen kredit.

b. Mencatat/membukukan setoran debitur ke dalam kartu pinjaman, melakukan monitoring atas tata tertib angsuran serta membuat, membalas, mengagendakan dan mengarsip seluruh suarat-surat sehubungan dengan kredit.

c. Membuat dan menyampaikan daftar/laporan-laporan secara berkala, baik laporan untu intern perusahaan maupun untuk ekstern perusahaan.

BAB III
STRATEGI PEMASARAN TABUNGAN
( STUDI KASUS PADA BANK TABUNGAN NEGARA )
CABANG PADANG

3.1. Landasan Teori
3.1.1. Pengertian Bank

Bank merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan. Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan ( financial intermediary ) antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit ) dengan pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Bank merupakan industri yang dalam kegiatannya mengandalkan kepercayaan masyarakat sehingga tingkat kesehatan bank perlu dijaga.

Pengertian bank menurut undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 tentang per ubahan Undang – Undang RI No. 7 tahun 1992 tentang perbankan :

“Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya pada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.”


Berdasarkan definisi mengenai bank maka dapat dinyatakan fungsi bank adalah sebagai berikut :

a. Penghimpunan dana masyarakat
b. Sebagai lembaga pemberi kredit

c. Sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan pembayaran uang

Dari pengertian diatas terlihat usaha bank tidak hanya terarah pada semata-mata dana untuk mencari keuntungan perusahaan tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab bank dalam rangka mewujudkan cita-cita negara mencapai masyarakat adil dan makmur. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari bank tidak boleh terlepas dari kegiatan pembangunan.

Sebagai lembaga keuangan, maka dana merupakan persoalan bank yang paling penting, tanpa dana bank tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak dapat berfungsi sama sekali. Dana bank adalah uang tunai yang dimiliki bank ataupun aktiva lancar yang dikuasai bank dan setiap waktu dapat diuangkan. Uang tunai yang dimiliki ataupun yang dikuasai bank tidak berasal dari bank itu sendiri, tapi juga dari orang lain, uang pihak lain yang “dititipkan” pada bank dan sewaktu-waktu akan diambilnya kembali baik sekaligus maupun secara berangsur-angsur.

Menurut Siamat (1993 : hal 99), dana bank dilihat dari sumbernya dapat dibedakan antara dana ektern yaitu dana yang dihimpun dari luar bank, dan dana intern yaitu dana yang dihimpun dari dalam bank itu sendiri. Sedangkan menurut Sinungan (1993 : hal 84), dana -dana bank yang digunakan sebagai alat bagi operasional suatu bank bersumber atau berasal dari dana-dana sebagai berikut :

1. Dana pihak kesatu

Dana pihak kesatu adalah dana dari modal sendiri yang berasal dari para pemegang saham.

2. Dana pihak kedua

Dana pihak kedua adalah dana yang berupa pinjaman dari pihak luar.

3. Dana pihak ketiga

Dana pihak ketiga adalah dana yang berupa simpanan dari pihak masyarakat. Sesuai dengan batasan masalah pada bab sebelumnya, maka hanya dana pihak ketiga saja yang akan dibahas lebih lanjut.

Dana pihak ketiga adalah dana yang dihimpun oleb bank yang berasal dari masyarakat. Sumber dana dari masyarakat merupakan sumber dana yang yang terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Penghimpunan dana dari masyarakat dapat dikatakan relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan sumber dana lainya, selain itu dapat dilakukan secara efektif dengan memberikan bunga yang relatif lebih tinggi dan memberikan berbagai fasilitas yang menarik lainya seperti hadiah, ATM dan pelayanan yang memuaskan. Keuntungan lain dari dana yang bersumber dari masyarakat adalah jumlah yang tidak terbatas, baik berasal dari perseorangan (rumah tangga), perusahaan maupun lembaga masyarakat lainya. Sedangkan kerugianya adalah biayanya relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan dana dari modal sendiri, misalnya untuk biaya bunga atau biaya promosi.

3.1.2. Pengertian Manajemen Pemasaran Bank

Bagi dunia perbankan yang merupakan badan usaha yang berorientasi profit kegiatan pemasaran sudah merupakan suatu kebutuhan utama dan sudah merupakan suatu keharusan. Tanpa kegiatan pemasaran jangan diharapkan kebutuhan dan keinginan pelangganya akan terpenuhi. Oleh karena itu bagi dunia perbankan perlu mengemas kegiatan pemasaranya secara terpadu dan terus melakukan riset pasar. Pemasaran harus dikelola secara profesional inilah yang kita sebut dengan manajemen pemasaran bank.

Secara umum pengertian manajemen pemasaran bank menurut Kasmir (2003 : hal 169) adalah :

”Suatu proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dari kegiatan menghimpun dana, menyalurkan dana, dan jasa–jasa keuangan lainya dalam rangka memenuhi kebutuhan, keinginan, dan kepuasan nasabahnya”.

Dari definisi diatas dapat diuraikan bahwa manajemen pemasaran bank merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan para nasabahnya terhadap produk dan jasa perbankan, baik produk tabungan dan atau jasa-jasa bank lainya. Penyediaan keinginan dan kebutuhan produk bank ini harus dilakukan melalui perencananaan yang matang, baik untuk perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Kemudian dilakukan pengawasan dan pengendalian secara terus menerus agar tidak menyimpang dari yang sudah direncanakan. Pada akhirnya kegiatan pemasaran bank diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah serta juga akan memberikan kepuasan kepada para nasabahnya.

3.1.3. Produk Bank

Produk bank merupakan instrumen atau perangkat yang dibeli dan dijual oleh bank. Hal ini sesuai dengan fungsinya bahwa bank adalah lembaga keuangan dimana kegiatan sehari-harinya adalah dalam bidang jual beli uang. Tentu saja sebelum menjual uang (memberikan pinjaman) bank harus lebih dulu membeli uang (menghimpun dana) sehingga dari selisih bunga tersebutlah bank mencari keuntungan.

Produk yang dibeli bank berada pada sisi pasiva yang merupakan penghimpunan dana. Dana-dana yang termasuk produk bank (BTN) berasal dari tabungan masyarakat yaitu :

Menurut Undang-Undang R.I. No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang R.I. No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan :

“ Tabungan adalah simpanan yang penarikanya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu”.


Secara umum tabungan merupakan salah satu kegiatan jasa perbankan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan jasa penyimpanan uang. Tabungan tersebut tidak memiliki ketetapan jangka waktu. Maksud penyimpananya adalah menabung, oleh sebab itu frekuensi pengambil alihanya sangat rendah. Setoran untuk tabungan umumnya juga dalam jumlah yang relatif kecil karena berasal dari sebagian pendapatan yang disisihkan untuk ditabung. Biasanya tabungan merupakan salah satu sarana promosi bagi pemerintah agar masyarakat melakukan penghematan dengan cara menabung, oleh karena itu penabung lebih banyak terdiri dari perorangan.

3.1.4. Bauran Strategi Pemasaran

Bauran strategi pemasaran (Marketing Mix) merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan secara bersamaan diantara elemen-elemen yang ada dalam marketing mix itu sendiri. Setiap elemen tidak dapat berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan dari elemen yang lain. Oleh karena itu setiap elemen membutuhkan strategi tersendiri, namun tetap akan terkait dengan strategi pada elemen lainya.





Elemen-elemen yang ada dalam marketing mix adalah :

1. Strategi Produk (Product)

Produk secara umum diartikan sebagai sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelangan. Artinya apa pun wujudnya, selama itu dapat memenuhi keinginan pelangan dan kebutuhan kita katakan sebagai produk.

Menurut Simorangkir (1992) yang dikutip Dendrawijaya (2001 : hal 72), Produk perbankan adalah instrumen atau perangkat yang dibeli dan dijual oleh bank sangat banyak jumlahnya, karena bank dapat menciptakan berbagai jenis produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasabah.

Produk yang diinginkan pelanggan adalah produk yang berkualitas tinggi. Artinya produk yang ditawarkan oleh bank ke nasabahnya memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan produk pesaing. Selain itu, kelengkapan jenis produk bank yang ditawarkan sangat tergantung dari kemampuan bank itu sendiri. Semakin lengkap produk yang ditawarkan akan semakin baik sehingga untuk memproleh produk bank, nasabah cukup mendatangi satu bank saja.

Dalam strategi produk bank harus dapat memodifikasi produk yang sudah ada menjadi lebih menarik . Atau bank pun dapat menciptakan produk baru. Strategi produk biasanya dimulai dari penciptaan logo dan motto yang dibuat semarak mungkin. Kemudian menciptakan merek terhadap produk yang ditawarkan.

Strategi produk merupakan strategi pemasaran lainnya. Yang perlu diperhatikan dalam strategi produk ini adalah mengembangkan produk baru, hal ini harus dilakukan karena persaingan antar bank yang semakin ketat disebabkan nasabah sudah cukup kritis dan pandai membandingkan-bandingkan produk bank yang satu dengan yang lainya.

2. Strategi Harga ( Price )

Harga salah satu aspek penting dalam kegiatan marketing mix . Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan laku tidaknya produk dan jasa perbankan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan. Dalam perbankan penetapan harga adalah penetapan tingkat suku bunga yang terdiri dari bunga simpanan dan bunga kredit. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima dari nasabah.

Penentuan harga oleh suatu bank dimaksudkan untuk berbagai tujuan yang hendak dicapai. Secara umum tujuan penentuan harga adalah sebagai berikut ( Kasmir 2003 : hal 198 ) :

1) Untuk Bertahan Hidup

Dalam hal ini bank menentukan harga semurah mungkin dengan maksud produk atau jasa yang ditawarkan laku dipasaran.

2) Untuk Memaksimalkan Laba

Tujuan harga ini dengan mengharapkan penjualan yang meningkat sehingga laba dapat ditingkatkan. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah atau tinggi.

3) Untuk Memperbesar Market Share

Penentuan harga ini dengan harga yang murah sehingga diharapkan jumlah pelanggan meningkat dan diharapkan pula pelanggan pesaing beralih ke produk yang ditawarkan seperti penentuan suku bunga simpanan yang lebih tinggi dari pesaing.

4) Mutu Produk

Tujuan adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi dan biasanya harga jual ditentukan setinggi mungkin.

5) Karena Pesaing

Dalam hal ini penentuan harga dengan melihat harga pesaing. Tujuanya adalah agar harga yang ditawarkan jangan melebihi harga pesaing artinya bunga simpanan diatas pesaing dan bunga pinjaman di bawah pesaing.

3. Strategi Lokasi ( Place )

Penentuan lokasi bagi industri perbankan lebih ditekankan kepada lokasi cabang. Penentuan lokasi kantor cabang bank dilakukan untuk cabang utama, cabang pembantu atau kantor kas. Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, hal ini disebabkan agar nasabah mudah menjangkau setiap lokasi bank yang ada. Demikian pula sarana dan prasarana harus memberikan rasa yang nyaman dan aman kepada seluruh nasabah yang berhubungan dengan bank.

Pemilihan lokasi sangat penting mengingat apabila salah dalam menganalisis akan berakibat meningkatnya biaya yang akan dikeluarkan nantinya. Lokasi yang tidak strategis akan mengurangi minat nasabah untuk berhubungan dengan bank.

4. Strategi Promosi ( Promotion )

Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sama pentingnya dengan ketiga kegiatan diatas, baik produk, harga, dan lokasi. Dalam kegiatan ini setiap bank berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung.

Tanpa promosi jangan diharapkan nasabah dapat mengenal bank. Oleh karena itu promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan nasabahnya. Salah satu tujuan promosi bank adalah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon nasabah yang baru.

Kasmir ( 2003 : hal 213 ) menyatakan bahwa ada empat macam sarana promosi yang dapat digunakan oleh setiap bank dalam mempromosikan baik produk maupun jasanya yaitu :

1) Periklanan ( Advertising )

Iklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh bank guna menginformasikan, menarik, dan mempengaruhi calon nasabahnya. Pengunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan dengan berbagai media seperti koran, majalah, televisi, radio atau media lainya.

2) Promosi Penjualan ( Sales Promotion )

Tujuan promosi penjualan adalah untuk meningkatkan penjualan atau untuk meningkatkan jumlah nasabah. Promosi penjualan dilakukan untuk menarik nasabah untuk segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan, oleh karena itu agar nasabah tertarik untuk membeli maka perlu dibuatkan promosi penjualan yang semenarik mungkin.

3) Publisitas ( Publicity )